Sabtu, 24 Maret 2012

Muhasabah

Berawal dr kegalauan hati...

Muhasabah Diri Menghadapi Masa Depan :)

Ditulis oleh Ustadz Agus Handoko,S.Th.I   
  Ada baiknya kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, hal tersebut diisyaratkan oleh Allah Swt. Dalam firmannya surat al-Hasyr : (59 : 18)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”.
Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma'ani : " setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa  lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup didunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat, merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya".
Jika kita berfikir tujuan utama manusia hidup didunia ialah mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akherat, lalu sudahkah perbuatan yang telah dilakukan kita merupakan manifestasi kecintaan kita kepada Allah Swt?.
Cermin yang paling baik adalah masa lalu, setiap individu memiliki masa lalu yang baik ataupun buruk, dan sebaik-baik manusia adalah selalu mengevaluasi dengan bermuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan. Sebagaimana pesan Sahabat Nabi Amirul Mukminin Umar bin Khottob : " حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا "
" Evaluasilah (Hisablah) dirimu sebelum kalian dihisab dihadapan Allah kelak"
Pentingnya setiap individu menghisab dirinya sendiri untuk selalu mengintrospeksi tingkat nilai kemanfaatan dia sebagai seorang hamba Allah Swt. yang segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawabannya diakherat kelak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik. Sebagaimana Dalam sebuah ungkapan yang sangat terkenal Rasulullah Saw bersabda, yang artinya : “Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk dairpada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat”
Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa. Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam menggapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah:

1.    Muhasabah

Yaitu evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita.

2.    Mu’ahadah

Yaitu mengingat-ingat kembali janji yang pernah kita katakan. Setiap saat, setiap shalat kita seringkali bersumpah kepada Allah : إيّاك نعبد و إيّاك نستعين
Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolong. Kemudian kita berjanji ;  ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين  إن صلاتي “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Rabb semesta alam”. Dengan demikian, ada baiknya kita kembali mengingat-ingat janji dan sumpah kita. Semakin sering kita mengingat janji, insya Allah kita akan senantiasa menapaki kehidupan ini dengan nilai-nilai ketakwaan. Inilah yang disebut dengan mua’ahadah.

3.    Mujahadah
Adalah bersungguh-sungguh kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya : والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
Orang-orang yang sungguh (mujahadah) dijalan Kami, Kami akan berikan hidayah kejalan kami.

Terkadang kita ibadah tidak dibarengi dengan kesungguhan, hanya menggugurkan kewajiban saja, takut jatuh kedalam dosa dan menapaki kehidupan beragama asal-asalan. Padahal bagi seorang muslim yang ingin menjadi orang-orang yang bertakwa, maka mujahadah atau penuh kesungguhan adalah bagian tak terpisahkan dalam menggapai ketakwaan disamping muhasabah dan mu’ahadah.

4.    Muraqabah


Adalah senantiasa merasa diawasi oleh Allah Swt. Inilah diantara pilar ketakwaan yang harus dimiliki setiap kali kita mengawali awal tahun dan menutup tahun yang lalu. Perasaan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam bahasa hadisnya adalah Ihsan.
”الإحسان هو أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك"
artinya :“Ihsan adalah engkau senantiasa beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, kalau pun engkau belum bisa melihat-Nya, ketahuilah sesungguhnya Allah melihat kepadamu”.
Muraqabah atau ihsan adalah diantara jalan ketakwaan yang harus kita persiapkan dalam menyongsong dan mengisi lembaran tahun baru.

Dulu dimasa sahabat, sikap muraqabah tertanam dengan baik dihati setiap kaum muslimin. Kita bisa ambil sebuah contoh kisah. Suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab bertemu dengan seorang anak gembala yang sedang menggembalakan kambing-kambingnya. Umar berkata kepada anak tersebut: Wahai anak gembala, juallah kepada saya seekor kambingmu! Si anak gembala menjawab : Kambing-kambing ini ada pemliknya, saya hanya sekedar menggembalakannya saja. Umar lalu berkata : Sudahlah, katakan saja kepada tuanmu, mati dimakan serigala kalau hilang satu tidak akan ketahuan. Dengan tegas si anak itu menjawab : Jika demikian, dimanakah Allah itu? Umar demi mendengar jawaban si anak gembala ia pun menangis dan kemudian memerdekakannya.

Lihatlah, seorang anak gembala yang tidak berpendidikan dan hidup didalam kelas sosial yang rendah tetapi memiliki sifat yang sangat mulia yaitu sifat merasa selalu diawasi oleh Allah dalam segala hal. Itulah yang disebut dengan muraqabah. Muraqabah adalah hal yang sangat penting ketika kita ingin menjadikan takwa sebagai bekal hidup kita ditahun ini dan tahun yang akan datang. Jika sikap ini dimiliki oleh setiap muslim, insya Allah kita tidak akan terjerumus pada perbuatan maksiat. Imam Ghazali mengatakan : ‘Aku yakin dan percaya bahwa Allah selalu melihatku maka aku malu berbuat maksiat kepada-Nya”.

5.    Mu’aqobah

Artinya, mencoba memberi sanksi kepada diri manakala diri melakukan sebuah kekhilafan, memberikan teguran dan sanksi kepada diri kalau diri melakukan kesalahan. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Manakala kita terlewat shalat subuh berjamaah maka hukumlah diri dengan infak disiang hari, misalnya. Manakala diri terlewat membaca al-Qur’an ‘iqoblah diri dengan memberi bantuan kepada simiskin. Kalau diri melewatkan sebuah amal shaleh maka hukumlah diri kita sendiri dengan melakukan amal shaleh yang lain. Inilah yang disebut mu’aqabah. Jika sikap ini selalu kita budayakan, insya Allah kita akan selalu mampu meningkatkan kualitas ibadah dan diri kita.
   
       Jika lima hal ini kita jadikan bekal Insya Allah menapaki hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita akan selalu menapakinya dengan indah dan selalu meningkat kualitas diri kita, insya Allah.

Minggu, 12 Februari 2012

Regina Spektor – The Call

Regina Spektor – The Call


It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word
And then that word grew louder and louder
’Til it was a battle cry
I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye
Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never
Been this way before
All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war
Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye
Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and now one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget
Let your memories grow stronger ans stronger
’Til they’re before your eyes
You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye

Senin, 06 Februari 2012

#MaulidMuhammadSAW

Hampir 15 Abad lalu trlahir seorang manusia trbaik spanjang sjarah peradaban dunia,namanya dsebut mnyertai kalimatullah
Yang karena kebaikannya Beliau dijuluki Al Amin, yg keteladannya mencakup semua aspek dan detil kehidupannya
Yang keselamatannya telah dijamin didunia dan akhirat. Kepadanyalah kuta menyampaikan sholawat dan salam. 
Agar Allah menginginkan kita menjadi umat beliau karena mengikuti sebagai penegak risalah beliau dalam semua aspek khdpan
Mari menjadi manusia Syummul disemua aspek
#MaulidMuhammadSAW

( Adapted status updates of Anggit Adi Wijaya 
Forward dr Ust Syarif Idrisi )

Sabtu, 28 Januari 2012

Melawan Lupa

Mungkin sudah menjadi takdir kita sebagai manusia untuk cenderung melupakan apa yang seharusnya kita ingat, lalu kita ingat-ingat lagi untuk kemudian kita lupakan. Setelah itu, ah, kita ingat-ingat lagi semua yang terlupa—untuk kelak kita lupakan lagi(?). Seolah-olah ingatan kita terlampau pendek dan pelupa, sebab apa yang seharusnya kita ingat terlalu sering kita lupkan. Lupa-ingat-lupa-ingat-lupa, begitu seterusnya seperti ular mengejar ekornya sendiri. Seperti Sisifus yang tak pernah berhenti memikul batu ke puncak bukit, untuk kemudian ia gelindingkan dan kelak ia pikul lagi. Barangkali manusia memang dilahirkan dengan ingatan yang lemah, itulah sebabnya Tuhan begitu memuji mereka yang selalu berusaha melawan lupa: manusia yang berzikir. Ya, rasanya bukan kita tidak tahu jalan menuju Kebenaran, tetapi barangkali—sengaja atau tidak—diam-diam sudah kita lupakan! 



Your Call - Secondhand Serenade

Your Call - Secondhand Serenade


Waiting for your call, I'm sick, call I'm angry
Menunggu teleponmu, aku muak, sebut aku marah
call I'm desperate for your voice
Sebut aku sangat ingin mendengar suaramu
Listening to the song we used to sing
Mendengarkan lagu yang dulu kita nyanyikan
In the car, do you remember
Di dalam mobil, apakah kau ingat
Butterfly, Early Summer
Kupu-kupu, awal musim panas 
It's playing on repeat, Just like when we would meet
Semua terulang, seperti saat kita akan bertemu
Like when we would meet
Seperti saat kita akan bertemu

Chorus
Cause I was born to tell you I love you
Karena aku dilahirkan untuk bilang padamu aku mencintaimu
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Dan aku tersiksa melakukan apa yang harus kulakukan, untuk menjadikanmu milikku
Stay with me tonight
Tinggallah bersamaku malam ini

Stripped and polished, I am new, I am fresh
Telanjang dan bersih, aku baru, aku segar
I am feeling so ambitious, you and me, flesh to flesh
Aku merasa sangat berambisi, kau dan aku, tubuh kita
Cause every breath that you will take
Karena tiap nafas yang akan kau hirup
when you are sitting next to me
Saat kau duduk di sisiku
will bring life into my deepest hopes, What's your fantasy?
Akan membawa hidup ke harapan terdalamku, apakah fantasimu?
(What's your, what's your, what's your...)

Back to Chorus

And I'm tired of being all alone
Dan aku lelah sendirian
And this solitary moment makes me want to come back home
Dan saat-saat sendiri ini membuatku ingin pulang
(repeat 4x)

Back Chorus 2x


http://soundcloud.com/homerliew/your-call-secondhand-serenade

Senin, 02 Januari 2012

2012^^


Bismillaahirrohmaanirrohim

"Harus lebih baik menjalani hidup ini - lebih baik dalam segala hal yang positif"

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu :)

Kau memberi Ku hidup
Kau memberikan Ku kasih sayang
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
Takkan pernah terbalaskan
Hangat dalam dekapmu
Memberi aku kedamaian
Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
Takkan pernah terlupakan

oh Ibu..
Terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai
Tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan

oh Ibu...
Semoga Allah memberi kedamaian dalam hidupmu
Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku...

_I LOVE U MOM_ :-*